Menulis rasanya sudah menjadi nadi dari seriap jari jari manusia di seluruh jagat raya ini,,
ya,,,
,
menulis,,saat semua twrasa membosankan,,aku pun akan menulis,,
Menulis apa saja yg terlintas dalam benak ku saat itu,,
Selain menulis aku juga senang sekali berkhayal,,
Tak ayalnya seorang pemalas yg memohon rejeki jatuh sekoper dari langit,,
namun taukah kawan,
apapun yg ada dalam pikiran dan khayalan kita tak pernah luput dari penglihatan Tuhan,,
seperti saat aku gundah karna beberapa lama ( tak sampai Sebulan) tak ada kabar dari kekasih
aku pun menulis,,
tak sampai sebulan aku tak mendapatkan kabar,
Tp taukah rasanya hari hari rasanya terhenti lama sekali
Dan beginilah kawan kalo aku sudah mulai menulis
Rindu
Rinduku tak pernah ada celah
Tak pernah berkesudah
Selalu memiliki cara untuk melangkah
Pada syair yang tergeletak di dalam lautan amarah
Imbak bergelegar memanggil langit
Ikat terurai tanpa tau kapan akan kembali bertali
Dalam derai derai titik sublinan embun yg mengantarkan malam oada pagi
Rindu ku tak pernah peduli waktu
dalam mimpi pun masih aku mencarimu
Tak sedikitpun jaga ku dapat mengikhlaskan
Kepergian NAMAMU dari setiap pemikiran
Bahkan saat ku benci pada rindu
Enggan pula kau pergi tinggalkan hati
wah..yang lagi rindu?
BalasHapusRindu ku tak pernah peduli waktu
dalam mimpi pun masih aku mencarimu
Tak sedikitpun jaga ku dapat mengikhlaskan
Kepergian NAMAMU dari setiap pemikiran
Bahkan saat ku benci pada rindu
Enggan pula kau pergi tinggalkan hati
tak sampai ngigau kan?
Ya ya ya...
BalasHapusSiap ya yg ngigauuu