Jumat, 21 Februari 2014

Seems All Was Gone

Everything was like nothing
you,re memory was gone like a wind
You flew you,re soul to nowhere
That i never knew the place that you stand

I has notice what i,m doing wrong
A thousand word to ask for pardon
but ut wasn,t melt you hardness

I think it over and longer
I was killed by the time rise and set down
Fill up with nothing but pain
Hoping that you,re still the same
Even that you was somewhere hiding

Every time up and gone
i lost in the whole time thas passed every second
i was bruissed my self with manny rubish
Just to spend every single minute of waiting

Wishing with empty hope
But always God that my place to set up
Wishing that HE brough me peace
And in the time of waiting list

nothing,,,nothing but only you keeping in my mind
Until i feel afraid to get close to
Because you,re hard is like ice stone now
I can,t go in to you to
hope someday something bring u back to my side

Selasa, 18 Februari 2014

KKERINDUAN

Kerinduan.....!!!
Merenda sebuah tali kasih
Ku simpuk menjadi satu hati
Gambaran jiwa yg terlka
Bagai langit meratap sendu
Kala bias cinta menghilang
Sakit itupun datang tanpa permisi
Rembulan tak menyisakan senyum

Bersama malam,,,,,,
Ku dekap lirih arti kerinduan
Kesendirian

Ku terdiam dalam ruang sepi tak berteman
Terlintas bayangmu bermain di pikiran
Ku larut dalam hayalku tentang tak bertepian
Mengapa aku bisa sesayang ini padamu
Walau ku tau kau tak memperdulikanku
Apakah ini hanya perasaanku sesaat
Atau karna pikiran ini telah penat

Rasa sayang ini telah ada
Pada saat yg tak pernah ku minta
Tp hati ini terus membara
Menanti kembalinya cinta de dekapan jiwa

Wahai pria ku,,,,,,
Tepatkah kau menembakan panah asmara
membuat hati terluka
Menunggu leburnya sikapmu yg tak kunjung tiba

Wahai kau yg di sana
Sadarkah bahwa aku terluka
Dirimu terlalu ku puja
Bagaikan sebuah mahakarya

KAU tlah ciptakan
Jarak yg tak terlihat
ada hati yg perlahan menjauh
Ada rindu yg berlahan melemah
ada cinta yg berlahan mengigaukan
Lolongan panjangnya

Namun,,,,
Tak pernah ku lupa tatap pertama matanya
Menghujam ke jiwaku
Dan ia pun berlalu

Tak mudah memahami hatibya
Keras bagai pualam
lembut laksana sutra
Tiada hati yang abu-abu
Hitam dan putih tegas dan tegar

Tak ragu berkeputusan
Walau harus menangisi jejak sepanjang jalan
ku biarkan kenangan mengisi anganku
pria ku yg penuh dengan semangat
Mata nya yg selalu berbinar

Kerinduan yg membuncah saat bertemu
Hangat peluknya masih terasa di tubuhku
dan akhirnya semua berlahan hilang atas kesalahanku

MAAFKAN AKU

Selasa, 04 Februari 2014

Endless

saat ini,
Aku sedang berusaha menahan diri
Agar tak selalu hiper aktif bersikap terhadapnya,

Bukankah selama itu ,selama kita ber sejajar selalu saja aku yg mensejajarkan,
entah apa yg terjadi
aku hanya ingin cepat sampai pada kesepadanan
Dimana kita sejajar dalam kata dan laku

entah apa pula yg menjadi tameng
atau karna selisih usia yg jauh hingga aku susah sekali menjadikan diri sejajar denganmu
kemudian aku repot sendiri
Mencari alasan untuk membenarkanmu selalu
Mengagum-ngagungimu dimanapun dan kepada siapapun

BAHKAN PADA DIRI SENDIRI DAN TUHANKU